Friday, March 18, 2011

-semua yang terlambat- inspire

memandang jejak kaki kita tanpa sesal | menerimamu tanpa aku mengerti | indahnya arti hari ini | tanpa harapan tuk kembali

Saturday, February 5, 2011

kepada kamu; rasa.

kepada rasa yang pernah ada, tapi telah dipaksa berkelana.

kepada setia yang kini telah tak jelas arti dan maknanya.

kepada risau yang akhirnya menyerah,

karna ia tau kini tak ada lagi yang merisaukanya.

kepada rasa yang telah dibunuh paksa,

dirobek dengan nista

tapi tetap berjuang untuk tetap ada,

tertatih.

tertatih dan harus bertahan,

walau dengan luka yang (masih) menganga.

Tuesday, December 14, 2010

kapan saya lupa kamu siapa?

merapalkan pertanyaan itu.
berkali-kali, berulang-ulang.
supaya saya segera lupa.
segera!
menghafal untuk melupa.

lima menit kemudian,
pertanyaan lain muncul

emang apa pentingnya saya lupa?
tapi apa benar tidak penting kalau saya tidak lupa?

.........................................
.........................................
.........................................

diam, menjadi pilihan untuk menyudahi percakapan antar saya dan saya kali ini.

Sunday, November 14, 2010

hari minggu, nonton tinju, ratusan hari yang lalu

ingatan jauuuuuuuhhhh melayang
ke ratusan hari yang lalu
ketika masih ada aku dan kamu jadi satu
nonton tinju siang-siang di hari minggu
sungguh memang bukan tontonan yang romantis
bahkan kelewat anarkis

tapi rasa-rasanya, kenyataan yang terjadi setelah itu yang justru amat sangat kelewat anarkis
anarkis, mengiris-iris dan amat TRAGIS

semoga semua segera terkikis..
terbang, lenyap, tak terperi
lelah ini semoga segera terganti

sudah. relakan. biarkan. hiraukan.
pura-pura tak kenal saja.

ah, kenapa harus tinju yang membawa ingatanku hinggap kepadamu..

Thursday, September 30, 2010

haloo

terimakasih, setengah perjalanan ini sudah terlewati.
masih ada setengahnya lagi (bahkan lebih) yang harus dijalani

Monday, July 19, 2010

saya merindu. SANGAT MERINDU!







mereka-mereka ini lah yang (sedang) amat saya kangeni. lebih dari sekadar teman. kami keluarga. teserah yang mau bilang kalau saya lebay jika menganggap mereka keluarga, tapi begitulah kenyataannya. kami memang tidak sekandung. tapi banyak hal yang sering kami alami bareng-bareng, membuat kami memiliki sesuatu yang -mengikat- kami.

keluarga yang saling melengkapi. keluarga yang sering juga bikin jengkel. dengan segala tetek bengek yang memang seringnya mangkelke, tapi mereka tetep ngangenin.
sungguh saya merindu suasana nginep di kaliurang, suasana makrab, pas malem-malem gak tidur, rame-rame ngobrol sambil ngetawain yang lg mabuk dengan segala tingkah bodohnya. atau nyanyi-nyanyi dengan song lists sheila on 7 andalan kami.
aktifitas MENGGOSIP yang selalu jadi nafas dan semangat kami ketika berkumpul.

menjadikan salah satu dari kami sebagai bulan-bulanan dan ceng2an buat lelucon, dari yang sepele, sekadar gojek sampai yang sudah tergolong ejekan sara.. hahaha.. tapi satu peraturan tak tertulis yang harus diyakini benar-benar, gak boleh ada yang tersinggung, karena kami : KELUARGA. gak ada niat serius di setiap kata2 ejekan yang kami sampaikan.

sumpaaaaahhhhdeh, saya jadi kangen banget. kangen makrab, kangen rafting, kangen ngobrol bareng, kangen maem sengsu, kangen nggosip. kangeeeeeeen KMK yang kemaren2..

seperti ada 'nafas' yang sdikit hilang dari keluarga ku ini.. kamu kemana wahai yang saya rindukaaaan???
semoga lekas kembali. rangkul kami lagi. buat kami satu lagi. saya percaya, yang kagen gak cuma saya!
^o^
lekassssss kembaliiii yaaaaaaaaa... biar kami jadi ASIK lagi! muah!

Sunday, June 20, 2010

(harus) RELA!

kata-kata ini akan selalu kuingat, supaya segera aku lupa akan kamu..

"Saya akan lega membiarkan dia pergi, bahwa dia tahu dan meyakini apa yang terbaik buat dia" (MOdjo:2009)

sepenggal kalimat dari si idola saya.. konteksnya hampir sama, tetang merelakan sesuatu yang memang harus segera diikhlaskan..
tapi yang tadi itu tentang kerelaan sheila on 7 melepas sang gitaris, Saktia Ari Seno atau yang sekarang dikenal dengan nama Salman Al-Jugjawy..
Melepas dan mendukung sepenuhnya keputusan mas sakti untuk meninggalkan sheila on 7 demi pilihan hidup yang Ia yakinii.

dan ini menginspirasiku, semoga memang benar bisa aku jalani, serela-relanya.. AMIN!